Senin, 02 Juni 2008

Find what?

Never gonna find the right answer.

H-3 ujian anatomi. Dan aku masih di sini, di depan komputer temanku, tepatnya di depan monitor, dan menatapnya sambil berpikir apa yang akan kulakukan dengan komputer pinjaman ini. Sambil mendengar Avril dengan When You’re Gone-nya, aku mulai mengetik sebuah kata yang bahkan sampai saat ini belum kuketahui maknanya.

Never gonna find the right answer.

Masih juga belum mengerti, apa yang kumaksud dengan kata-kata di atas. Apa yang tidak kudapatkan jawabannya? Apa yang tidak aku mengerti?

Detik-detik terakhir ini, aku merasakan suatu kehampaan bagai angin semilir menyapu lembut hatiku. Ada yang salah di sini. Aku tahu. Tapi apa? Dalam hati ini, terasa bagai ada potongan puzzle yang hilang, tapi lagi-lagi harus aku katakan aku tidak tahu apa itu bagian yang hilang. Sebenarnya apa yang kurisaukan? Hujan yang semakin deras di luar sanakah yang membuatku gelisah karena tidak dapat pulang ke rumah? Ataukah waktu yang semakin beranjak senja yang menyadarkanku bahwa aku belum shalat ashar? Atau mungkin karena hari semakin mendekati hari-hari neraka ujian? Atau karena telepon yang kuterima tadi? Atau semuanya?

Aku gelisah. Sungguh!

Aku tidak tahu bagaimana mengusir rasa gelisah ini. Masih banyak yang harus kulakukan, tapi dengan perasaan seperti ini, bergerakpun rasanya tak mampu. Hilang gairah. Untungnya jari-jemari ini masih sanggup menari di atas keyboard untuk menulis, yang akupun tidak tahu tujuannya apa.

Sebenarnya bukan aku tidak tahu jalan keluar semua ini, aku tahu. Tapi aku masih tidak mengerti mengapa hati ini tidak tergerak untuk melakukannya. Ya Tuhan! Beri aku kekuatan! Saat-saat seperti ini aku merasa lemah, lelah, sepi, sendiri. Aku butuh ketenangan, aku ingin ketenangan.

Di sela-sela rasa gelisah ini, temanku berkata,”Aku patah hati. Sungguh. Sangat.” Bahagianya bisa merasakan patah hati. Daripada aku yang gelisah tidak karuan seperti sekarang ini. Paling tidak patah hati membuat seseorang menyadari bahwa ia punya cinta. Hahaha…lucunya. Berat rasanya kalau aku disuruh membahas, menulis tentang cinta. Karena aku tidak benar-benar mengerti cinta itu sendiri. Bahkan untuk menyebutnya saja aku segan, untungnya di sini aku hanya harus menekan tuts-tuts keyboard untuk menulis kata c.i.n.t.a.

Huff…Paling tidak temanku tahu ia hidup dan menikmati hidup. Tidak sepertiku yang bingung akan sesuatu yang entah apa. Karena sampai saat ini masih belum menemukan jawabannya.

Never gonna find the right answer.

3 komentar:

meong =3 mengatakan...

gile bahasanya

cocok lo nulis novel :D

gimana? udah menemukan jawabannya? =D

Cheerzmeup mengatakan...

hehehehehe...
emang beneran cocok gitu?
jd malu,,,mw coba ngerintis siy, dah bbrp yg dkerjain, tp berhenti d tgh jln smw, ga konsisten!

bantuin ya...

meong =3 mengatakan...

weh mw lyat dong? mana? coba masukin di blog lo mw lyat XD XD