Jumat, 02 Mei 2008

PERANAN UNSUR KLOR DAN SENYAWANYA PADA TUBUH MANUSIA

PERANAN UNSUR KLOR DAN SENYAWANYA
PADA TUBUH MANUSIA










Oleh

Cherrya Annurunnisa Adnan
0718011049
















PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
PERSIAPAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2008

KATA PENGANTAR



Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena rahman dan rahim-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai Peranan Unsur Klor dan Senyawanya pada Tubuh Manusia yang merupakan tugas terstruktur 2 mata kuliah Biokimia I. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada suri tauladan kita, Nabi besar Muhammad SAW. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang-benderang seperti sekarang ini.

Biokimia adalah suatu disiplin ilmu yang membahas tentang berbagai molekul di dalam sel serta organisme yang hidup dan dengan reaksi kimianya. Setiap pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan dengan aneka ragam manisfestasinya memerlukan pengetahuan biokimia.

Biokimia dapat diartikan secara lebih formal sebagai ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan dasar kimiawi kehidupan . Sel merupakan unit struktural yang membangun sistem kehidupan. Definisi fungsional biokimia yaitu sebagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan unsur-unsur kimiawi dalam sel hidup dan dengan berbagai reaksi serta proses yang dialaminya. Tujuan utama ilmu biokimia adalah pemahaman secara lengkap terhadap semua proses kimiawi pada tingkat molekuler yang berhubungan dengan dengan sel hidup.

Biokimia dan ilmu kedokteran berhubungan erat. Kesehatan bergantung pada keseimbangan yang harmonis antara berbagai reaksi biokimia dalam tubuh, dan penyakit mencerminkan abnormalitas pada biomolekul, reaksi biokimia atau proses biokimia.
i
Semoga makalah ini dapat memberi sedikit gambaran mengenai peranan unsur klor dan senyawanya pada tubuh manusia dan dapat bermanfaat di kemudian hari. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dr. Tiwuk Susantiningsih dan dr. Antonius Sukardi yang telah memberikan mata kuliah Biokimia sehingga penulis dapat mempelajari mengenai biokimia dan dapat membuat makalah sederhana ini. Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dari awal proses penulisan hingga selesainya makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, masih terdapat banyak kekurangan di sana-sini, karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar dapat lebih baik lagi dalam penulisan makalah selanjutnya. Semoga bermanfaat.


Bandar Lampung, 07 Maret 2008
Penulis,



Cherrya Annurunnisa Adnan












I. PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memberikan definisi sehat sebagai suatu keadaan sehat jasmani, rohani serta sosial yang paripurna, dan bukan hanya keadaan tanpa penyakit serta kelemahan, sedangkan dari sudut pandang biokimia, kesehatan dapat dipandang sebagai situasi di mana semua reaksi intra- serta ekstrasel berlangsung pada tingkatan yang sesuai dengan keberhasilan hidup yang maksimal dalam kondisi fisiologis.

Salah satu persyaratan utama untuk mempertahankan kesehatan adalah asupan unsur-unsur gizi yang optimal dari makanan setiap harinya, unsur-unsur utama ini adalah vitamin, asam-asam amino tertentu, asam-asam lemak tertentu, berbagai mineral dan yang terutama sekali adalah air.

Unsur klor adalah salah satu dari sekian banyak unsur yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga fungsi fisiologis tubuh itu sendiri. Sebagai unsur, klor bersenyawa dengan unsur lain membentuk senyawa dan bekerja sama untuk mencapai tujuannya menjaga tubuh dalam kondisi sehat yang seutuhnya.



1.2. Tujuan

Mengetahui fungsi unsur klor dan senyawanya dalam tubuh.

1.3. Metodologi Penulisan
Internet Search















II. ISI DAN PEMBAHASAN


2.1. Ciri dan Struktur Klor

Klor (berasal dari bahasa Yunani Chloros, yang berarti “hijau pucat”), adalah unsur kimia dengan nomor atom 17 dan simbol Cl. Termasuk dalam golongan halogen. Sebagai ion klorida , yang merupakan garam dan senyawa lain, secara normal ia banyak dan sangat diperlukan dalam banyak bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam wujud gas, klor berwarna kuning kehijauan, baunya sangat menyesakkan dan sangat beracun. Dalam bentuk cair dan padat, merupakan agen pengoksidasi, pelunturan yang sangat efektif.
Ciri-ciri utama unsur klor merupakan unsur murni, mempunyai keadaan fisik berbentuk gas berwarna kuning kehijauan, Cl2. Klor adalah gas kuning kehijauan yang dapat bergabung dengan hampir seluruh unsur lain karena merupakan unsur bukan logam yang sangat elektronegatif. Klor memiliki beberapa bilangan oksidasi, yaitu -1, 0, +1, +3, +5, +7. Pada 10°C, satu liter air dapat melarutkan 3.10 liter klor dan pada 30°C hanya 1.77 liter. Digunakan (dalam bentuk asam hipoklorit ) untuk membunuh bakteri dan mikroba-mikroba.
Semula, klor hanya dijumpai dalam bentuk ion klorida. Klorida membentuk kebanyakan garam zat terlarut dalam lautan kira-kira 1.9% air laut adalah ion klorida. Larutan klorida dengan kepekatan lebih tinggi dijumpai di Laut Mati dan air garam bawah tanah.
Kebanyakan klorida larut dalam air, oleh karena itu klorida padat biasanya hanya ditemui di kawasan beriklim kering, atau bawah tanah. Mineral klorida biasa termasukl halit (natrium klorida), sylvite (kalium klorida), dan karnalit (kalium magnesium klorida heksahidrat).
Klorida adalah salah satu ion yang penting bagi tubuh karena merupakan anion yang paling berperan dalam mempertahankan keseimbangan elektrolit.

2.2. Elektrolit

Elektrolit yang terdapat pada cairan tubuh akan berada dalam bentuk ion bebas (free ions). Secara
umum elektrolit dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu kation dan anion. Jika elektrolit mempunyai
muatan positif (+) maka elektrolit tersebut disebut sebagai kation sedangkan jika elektrolit tersebut
mempunyai muatan negatif (-) maka elektrolit tersebut disebut sebagai anion. Contoh dari kation adalah natrium (Na­­­­+) dan kalium (K+) dan contoh dari anion adalah klorida (Cl-) dan bikarbonat (HCO3-). Elektrolit- elektrolit yang terdapat dalam jumlah besar di dalam tubuh antara lain adalah natrium (Na+), kalium (K+), kalsium (Ca2+), magnesium (Mg2+), klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-), fosfat (HPO42- ) dan sulfat (SO42- ).


Di dalam tubuh manusia, kesetimbangan antara air (H2O)-elektrolit diatur secara ketat agar sel-sel dan organ tubuh dapat berfungsi dengan baik.
Pada tubuh manusia, elektrolit-elektrolit ini akan memiliki fungsi antara lain dalam menjaga tekanan osmotik tubuh, mengatur pendistribusian cairan ke dalam

kompartemen badan air (body’s fluid compartement), menjaga pH tubuh dan juga akan terlibat dalam setiap
reaksi oksidasi dan reduksi serta ikut berperan dalam setiap proses metabolisme.

2.3. Mineral

Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh, mineral dapat digolongkan menjadi 2 kelompok utama
yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang menyusun hampir 1% dari total
berat badan manusia dan dibutuhkan dengan jumlah lebih dari 1000 mg/hari, sedangkan mineral mikro
(Trace ) merupakan mineral yang dibutuhkan dengan jumlah kurang dari 100 mg /hari dan menyusun lebih
kurang dari 0.01% dari total berat badan. Mineral yang termasuk di dalam kategori mineral makro utama adalah kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg), sulfur (S), kalium (K), klorida (Cl), dan natrium (Na). Sedangkan mineral mikro terdiri dari kromium (Cr), tembaga (Cu), fluoride (F), yodium (I) , besi (Fe), mangan (Mn), silisium (Si) dan seng (Zn). Dalam komposisi air keringat, tiga mineral utama yaitu natrium, kalium & klorida merupakan mineral dengan konsentrasi terbesar yang terdapat di dalamnya.

Sehingga dengan semakin besar laju pengeluaran keringat, maka laju kehilangan natrium, kalium dan klorida dari dalam tubuh juga akan semakin besar. Diantara ketiganya, natrium dan klorida merupakan mineral dengan konsentrasi tertinggi yang terbawa keluar tubuh melalui kelenjar keringat (sweat glands).
Kontrol kualitas dilakukan dengan menganalisis kadar klorida dalam sampel yang mengandung klorida. Metode analisis yang umumnya digunakan adalah gravimetri, titrimetri, spektrofotometri UV/Vis, dan spektrofotometri absorbsi atom.
2.4. Natrium Klorida
Natrium klorida merupakan molekul ionik (berikatan ion) dan terdiri dari kisi-kisi ion raksasa pada temperatur kamar. Natrium klorida merupakan padatan dengan titik leleh dan titik didih yang tinggi karena banyaknya panas yang dibutuhkan untuk memecah daya tarik ionik yang kuat.
Natrium klorida merupakan molekul ionik dan leburannya dapat mengalami elektrolisis pada saat meleleh. Sifat listriknya disebabkan oleh gerakan ion-ion dan muatannya pada elektroda. Klorida-klorida yang lain tidak dapat menghantarkan listrik baik sebagai padatan maupun leburan karena tidak memiliki ion ataupun elektron yang dapat bergerak.
Sebagai perkiraan, klorida ionik sederhana (natrium dan magnesium klorida) larut dalam air. Reaksi dengan air dikenal dengan hidrolisis. Natrium klorida merupakan senyawa ionik sederhana yang terdiri dari susunan raksasa ion natrium dan klorida.

Gambaran kecil dari kisi natrium klorida terlihat seperti ini:




Secara normal dapat digambarkan dalam bentuk pecahan:
Daya tarik yang kuat antara ion positif dan negatif memerlukan banyak energi panas untuk memecahnya, sehingga natrium klorida memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi.
Natrium klorida dalam bentuk padatan tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak memiliki elektron dan ion-ion yang dapat bergerak bebas. Namun demikian lelehannya dapat mengalami elektrolisis. Natrium klorida mudah larut dalam air menghasilkan larutan netral.

2.5. Fungsi Klor dalam Tubuh Manusia
Klor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada lambung. HCl memiliki kegunaan membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung dan juga mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
Klor juga dapat membahayakan sistem pernafasan terutama bagi anak-anak dan orang dewasa. Dalam wujud gas, klor merusak membran mukus dan dalam wujud cair dapat menghancurkan kulit.
Tingkat klorida sering naik turun bersama dengan tingkat natrium. Ini karena natrium klorida, atau garam, adalah bagian utama dalam darah.
Keseimbangan asam-basa dalam serum darah harus terjaga agar setiap organ tubuh bisa menjalankan tugasnya. Jika derajat keasaman (pH) tidak seimbang, misalnya terlalu asam atau terlalu basa, mineral tertentu akan mudah mengendap. Ini bisa mengakibatkan pembentukan batu ginjal, endapan asam urat pada persendian, dan lain-lain.Darah mengandung 0,9 persen NaCI. Manusia memerlukan sekitar 200-500 mg natrium setiap hari untuk menjaga kadar garam dalam darah agar tetap normal, sehingga tubuh tetap sehat. Natrium juga penting untuk fungsi otot dan syaraf.


2.6. Defisiensi Garam Natrium KloridaKekurangan natrium sering dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti keram otot (cramping), lemas, sering lelah (fatigue), kehilangan selera makan, penurunan daya ingat, daya tahan terhadap infeksi menurun, luka sulit sembuh, gangguan penglihatan, rambut tak sehat dengan ujung terbelah, dan bercak-bercak putih di kuku. Di sinilah
arti penting garam terhadap tubuh manusia. Tetapi konsumsi garam berlebihan juga bisa berakibat fatal. Sebab natrium bekerja menahan air di dalam tubuh, sehingga volume darah yang beredar pun bakal meningkat.Peningkatan volume darah akan meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah. Dan inilah yang disebut hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi dapat berefek luas terhadap kesehatan. la dapat berakibat timbulnya gangguan jantung, stroke, dan sebagainya.
2.7. Kelebihan Garam Natrium KloridaTetapi kelebihan garam di dalam tubuh juga dapat mengakibatkan pembengkakan bagian-bagian tubuh. Garam bersifat higroskopis atau mudah menyerap air. Jika mengkonsumsinya secara berlebihan, konsentrasi garam dalam cairan akan meningkat.


Selanjutnya, garam akan menarik keluar banyak cairan yang tersimpan di dalam sel, sehingga memenuhi ruang di luar sel. Akibatnya tubuh atau bagian tubuh tertentu terlihat membengkak, misalnya pembengkakan kaki pada ibu hamil. Bisa pula menyebabkan kegemukan, karena air yang tertahan dalam tubuh.
Pembengkakan (oedema) dan melonjaknya tekanan darah mudah terjadi pada mereka. Jika gejala pembengkakan diabaikan, dan konsumsi garam tidak dibatasi, dapat mengakibatkan keracunan kehamilan, bahkan keguguran (preklamsia).Berapa banyak garam yang dibutuhkan tubuh? Menurut Dr Lewis K Dahl, peneliti dari New York, tiap orang hanya memerlukan sekitar 2 gr atau 1,5 sendok teh garam setiap hari. Saat ini rata-rata konsumsi garam di dunia adalah 5-6 gram / orang / hari. Kelebihan konsumsi garam memicu gangguan kesehatan manusia saat ini. Jika ingin mempertahankan kesehatan tubuh, sangat disarankan agar kita mengurangi penggunaan garam saat memasak, dan meminimalkan konsumsi makanan kalengan yang mengandung garam sebagai pengawet.







III. KESIMPULAN

Dari pembahasan mengenai klorida di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. Klor adalah unsur halogen dengan nomor atom 17 dan simbol Cl.
2. Klor adalah unsur nonlogam yang sangat elektronegatif, memiliki beberapa bilangan oksidasi yaitu -1, 0, +1, +3, +5, +7.
3. Klorida adalah salah satu ion yang penting bagi tubuh karena merupakan anion yang paling berperan dalam mempertahankan keseimbangan elektrolit.
4. Klor dalam tubuh digunakan untuk membentuk Asam Klorida (HCl) untuk membunuh bakteri an kuman yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan.
5. Darah mengandung 0,9 persen Natrium Klorida.
6. Kekurangan ion Natrium Klorida mengakibatkan gangguan kesehatan. Kelebihan garam Natrium Klorida juga dapat berakibat buruk bagi kesehatan.
7. Manusia memerlukan sekitar 200-500 mg natrium setiap hari untuk menjaga kadar garam dalam darah agar tetap normal.






0 komentar: