
Foto di samping diambil waktu pengumuman lulusan SMA 3 angkatan 27, Juni 2007, lokasinya di depan kosanku yang lama. Dari kiri ke kanan : Wisnu panggil aja dia Nu, Andres panggil aja dia Ndres, Sisil panggil aja dia Sil, trus aku, panggil aja CheL, hehehe...
Cerita tentang mereka satu-satu ya?
Wisnu sekarang di Fakultas Teknologi Pertanian UGM jurusan Teknik Pertanian, sekarang dia dah kurusan loh...apa karena jadi anak kos? Hahaha...jadi ingat waktu masih ngekos beratku cuma 40kg, sama adik sepupuku yang masih SD juga kalah, tapi sekarang dah naik loh? jadi 45kg, hehehe...
kemajuan. Trus sekarang Wisnu berubah, apa cuma perasaanku aja? Jadi aneh.
Yang kedua Andres, dia kuliah di STT PLN jurusan Teknik Elektro, dia juga jadi anak kos. Menurutku Ndres juga berubah, walaupun ga drastis juga sih, tapi yang pasti ada perubahan.
Ketiga Sil, dia juga masih jadi anak kos, sekarang Sil juga berubah, dia jadi taekwondoin, tiap hari sibuk latihan, ntar lagi dia ikut kejuaraan, wuih hebatlah dia sekarang. Sil di Universitas Lampung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni Jurusan Bahasa Inggris. Huff...panjang sekali nama tempat dia kuliah.
Yang sama dari mereka bertiga adalah...mereka sama-sama lagi jatuh cinta. Jatuh cinta yang benar-benar bikin mereka gila, dan berubah. Di antara kita berempat, cuma aku yang masih normal, cuma aku yang tidak sedang jatuh cinta segila itu, cuma aku! Mungkin karena aku selalu menjaga hati *lagu kali?* untuk biarkan hati ini tetap tenang, tetap dapat berpikir jernih, tetap tegar berdiri. Karena yang aku lihat, pada orang yang sedang jatuh cinta seperti teman-temanku, mereka labil, walaupun sehari-hari mereka terlihat biasa.
Cinta? aku merasa sangat aneh menyebutkan kata itu, kata yang benar-benar tidak ingin kusebut. Untungnya di sini aku tidak harus mengucapkannya. ANEH.
Aku sayang mereka, aku sayang teman-temanku, aku merindukan saat-saat itu. Semoga mereka jatuh cinta, tetap tidak melupakanku di sini. Tidak melupakan aku yang masih belum merasakan seperti mereka rasakan. Tidak meninggalkan aku yang menganggap diri sebagai teman mereka. Semoga aku masih dapat tegar berdiri. Membantu mereka saat mereka mulai kehilangan arah, saat mereka tidak kuat lagi. Aku masih selalu di sini, dan tetap di sini, sampai aku tak sanggup lagi.
Menjadi orang yang masih dapat berpikir dengan akal sehat.





0 komentar:
Poskan Komentar